Info Menarik

5 Permasalahan Dan Solusi Sekolah Untuk Mengikuti UNBK 2020 Dalam Hal Singkronisasi

Sudah beberapa tahun yang lalu tepatnya dari tahun 2018 UNBK sudah mulai diterapkan atau diberlakukan kesemua jenjang khusunya SMP. Pada jenjang SMP ujian berbasis komputer ini terlebih dahulu diberlakukan disekolah sekolah pilihan, itu pun yang berada diperkotaan khusunya kota-kota besar.

Tetapi seiring bejalannya waktu dan berkembangnya peluasan jaringan internet hingga bisa masuk desa sampai pelosok kini sekolah sudah mulai mudah mendapatkan akses publik secara langsung. Dari hal tersebut pemerintahan khususnya yang membidangi pendidikan yaitu kemendikbud sudah mulai menccoba memberlakukan kesemua sekolah yang berada dipelosok dengan menerpkan ujian sekolah bukan lagi mengandalakan tulis tetapi mulai berubah kesistem UNBK yang berbasis komputer.

Meskipun dalam artian ujian berbasis komputer ini sedikit memaksakan diri karena banyak hal yang dirasakan oleh beberapa sekolah yang berada di pelosok merasa keberatan oleh sistem jaringan ujian menggunakan komputer ini, mungkin tidak semua sekolah mendukung dalam hal sarana dan prasarana, masih banyak sekolah yang berada dipelosok kekurangan informasi bahkan berita terbaru khususnya mengenai pendidikan.

Menurut mereka sudah akses tidak bisa terjangkau secara cepat dan langsung kini harus melaksanakan ujian menggunakan komputer itu tentu memberatkan sekolah khususnya sekolah yang masih ditopang keberadaannya oleh yayasan atau bisa disebut sekolah swasta, tidak terkecuali sekolah yang notabene sekolah negeri yang mendukung dari segi sarana dan prasarananya.

5 Permasalahan Dan Solusi Sekolah Untuk Mengikuti UNBK 2020 Dalam Hal Singkronisasi

Oleh sebab itu penulis merasa termotivasi untuk memberi solusi bagi sekolah yang berada dipelosok tetapi sudah mulai mau mencoba untuk mengikuti ujian berbasis komputer ini yang terkadang menjadi permasalahan kekurangan info tentang pelasanaan ujian berbasis komputer ini dan kendala dalam pelaksanannya. Penulis akan menjelaskan dan memberi solusi dari permasalahan UNBK yang saat ini telah diberlakukan, dari mulai kesulitan untuk menyingkronkan CBT keserver pusat dan permasalan lainnya mengenai UNBK ini, diantaranya:

5 Permasalahan Dan Solusi Sekolah Untuk Mengikuti UNBK 2020 Dalam Hal Singkronisasi

1. Akses Server Pusat sering Eror atau Bermasalah

Permasalahan eror yang terjadi dalam server pusat sering dirasakan oleh setiap sekolah khususnya bagi sekolah yang baru memulai dan mencoba melaksanakan UNBK dengan sistem jaringan komputer saat pertama kalinya. Karena UNBK untuk sekolah yang berada di pelosok cenderung cukup kebingungan apalagi ketika mengalami permasalahan mengenai pemasangan aplikasi pendukun UNBK ataupun ketika UNBK pelaksanaanya sedang berlangsung.

Meskipun sudah diberi beberapa tutorial pemasangan terkadang masih ada sekolah yang masih mendapatkan kendala dan belum dapat mempersiapkan UNBK ini dengan baik. Permasalahan yang terjadi cukup banyak cenderung berada daerah sekolah yang berada dipelosok, sering mengalami gangguan yang cukup berdampak, kepada proses kelancaran UNBKnya dari mulai permasalahan yang berhubungan dengan panitia yang harus bekerja ekstra keras sehingga cukup menguras tenaga untuk panitia UNBK disekolah dalam hal penyetingngan untuk persiapan UNBK ini.

Setiap sekolah juga mendapatkan jadwal untuk menyingkornan data sekolahnya karena  pemerintah membagi pelaksanakan UNBK ini kedalam beberapa tahap yaitu ada tahap yang namanya Simulasi UNBK tahap 1 dan simulasi UNBK tahap 2 kemudian ada juga geladi bersih UNBK tetapi untuk geladi ini dilakukan menjelang beberapa bulan ketika mendekati akan melaksanakan UNBK yang sebenarnya.

Kembali lagi kepada permasalahan UNBK yang berhubungan dengan server pusat yang sering eror atau mengalami gangguan contoh pernah terjadi permasalahan disekolah yang berada dipelosok sekolah tesebut mengalami permasalahan VHD yang tidak bisa di singkronkan setelah beberapa jam ternyata ada pemberitahuan bahwa server pusat down atau mengalami gangguan untuk sementara waktu.

Ada juga permasalahan seperti ketika UNBK sedang dilaksanakan setelah semua siswa menyelesaikan soal dan mengklik tes selesai, data siswa menjadi tidak terbaca oleh server sekolahnya tetapi dalam tampilan siswa sudah membereskan bahkan sampai sesi 1 dalam beberapa jam masih terkendala tidak tampil data siswa masih belum terselesaikan.

Solusinya jika rekan-rekan mendapatkan permasalahan seperti itu  coba logout “CBT” sekolah servernya dan referes dulu pada tampilan window kemudian jalanakan mesin dan masuk kembali kedalam aplikasi cbtnya seterusnya lihat status tes siswa apakah sudah selesai jika tidak selesai kalian bisa langsung klik kata selesai. Mengapa permasalahan tersebut dapat terjadi bisa karena server pusat down dan mengalami gangguan ataupun tidak menanggapi respon server sekolah kita.

2. Cara mendapatkan VHD cukup sulit

Permasalahan dari VHD terkadang sekolah sulit mendapatkan VHD yang original karena dilihat dari ukurannya cukup besar sampai 20GB setelah diekstrak, selain itu kita juga harus mengekstraknya. Masalah VHD ini cukup menyulitkan ketika mencoba didownload cukup susah apalagi dalam cara mendownload harus satu persatu agar mengurangi angka kegagalan dalam proses pengdownloadannya.

Seperti contoh pernah ada kejadian satu sekolah yang sudah mencoba mendownload sudah dapat masuk dan mencoba untuk singkron tiba-tiba ada pemberitahuan dalam web situs UNBK persekolah masing-masing bahwa VHD harus Fress dan original. Itu terkadang membuat sekolah kebingungan karena selain harus mendownload atau mencari VHD baru tersebut, sekolah juga harus mengatur ulang VHD nya dari awal kembali.

Solusinya sekolah harus mendownload kembali satu persatu estrak VHDnya untuk lebih mudah dalam mendownload alangakah baiknya sekolah menyiapkan email kosong untuk berjaga-jaga agar lebih cepat dalam proses pendownloadan karena VHD yang didownload pasti akan otomatis terhubung dengan google “Drive” jadi disarankan untuk mendownload dengan email yang kosong.

Mungkin alangkah bijaknya usulan untuk kementrian dalam menentukan pelaksanaan UNBK harus matang-matang dalam persiapan dan kesiapannya agar kendala sekecil apapun bisa teratasi dan diminimalisir karena UNBK ini bukan hanya sekedar tentang mempersiapkan panitia melainkan sekolah juga harus memperispkan alat yang mendukung berupa seperangat jaringan dan komputernya.

Terkadang manusianya sudah siap alat komputernya mendadak tidak bisa dipakai karena persoalan alat komputernya yang tiba-tiba mati atau rusak ketika akan dipakai atau sedang diseting kembali.

3. Kurangnya Sosialisasi mengenai UNBK disetiap Daerah

Mungkin untuk permasalahan seperti ini jarang sekali dirasakan oleh setiap sekolah tetapi ada sebagaian sekolah yang merasakan, bisa karena jauh tempat sekolahnya ataupun akses internet sedang terganggu akibat sekolah tersebut berada di paling pelosok. Tetapi dijaman sekarang masih ada hal seperti sekolah yang akses publiknya masih susah contohnya ada sekolah baru mengetahui tentang Simulasi UNBK ini 2 hari menuju pelaksanaan.

Solusi jika mengalami hal tesebut sekolah tidak bisa mengikuti simulasi UNBK tahap 1 tetapi nanti akan bisa mengikuti pada tahap berikutnya dengan catatan sebelum mengikuti tahapan pelaksanaan Simulasi UNBK pastikan sekolah harus mengikuti tahapan persiapan dalam menyetting dan mempersiapkan alat-alat untuk pelaksanaan Simulasi UNBK agar berjalan lancar.

4. Sarana dan Prasarana yang kurang mendukung untuk sekolah SMP berstatus Swasta

Permasalahan sarana dan prasarana ini berhubungan dengan alat dan tempat yang akan dipergunakan karena permasalahan ini cukup berimbas kepada sekolah dalam melaksanakan Simulasi UNBK mungkin tidak semua sekolah memiliki pasilitas “LAB KOMPUTER” seperti sekolah yang berstatus negeri. Terkadang sekolah mencari solusi dengan cara meminjam komputer atau leptop kepada setiap guru yang memiliki alat tersebut.

Meskipun dengan resiko jika menggunakan leptop ada batasan penggunaannya, berbeda dengan komputer yang khusus berada di LAB dan selain memersiapkan leptop harus mempersiapkan tempat karena ketidaksediaan LAB, sekolah biasanya mengakali dengan merubah beberapa kelas menjadi LAB sementara selama simulasi UNBK dilaksanakan.

5. Jadwal Singkron yang diberi waktu sedikit

Permasalah jadwal singkron cukup membuat sekolah keberatan karena diberi waktu yang pendek 2 hari untuk menyingkronkan data sekolah ke server pusat. Tekadang menyingkronkan bukan hal yang sulit tetapi prosesnya cukup memakan waktu yang lama apalagi jika VHD yang digunakan mengalami kerusakan akan berdampak pada terbuangnya waktu kembali. Karena jadwal tidak bisa dirubah tetapi data harus singkron “mau tidak mau” hari itu juga. Mungkin itu permasalahan yang cukup komplek dan dapat menjadi pertimbanan dimasa yang akan datang untuk pemeritahan khususnya kemendikbud yang memiliki kebijakan dalam proses pelakasanaan UNBK ini agar sekolah tidak merasa terbebani dengan UNBK.

Mungkin itu hal-hal yang menjadi kendala ketika akan melakukan Simulasi UNBK ataupun UNBK sebenarnya. Meskipun hal tesebut cukup mudah untuk dikerjakan tetapi dalam pelaksanannya cukup memakan waktu yang lama dan semoga artikel ini dapat membantu kalian semua khususnya yang menjadi panitia UNBK agar selalu diberi kesehatan dan kekuatan untuk melalui tahapan-tahapan menuju pelaksanaan UNBK sekolah. “salam satu nusa, satu bangsa, satu data”

About the author

AgusMBA

Leave a Comment