TipsTrick

Awas Tertipu! Lakukan Hal Berikut Ini Saat Membeli Komputer Bekas

Tidak seperti membeli barang baru, membeli barang bekas membutuhkan banyak ketelitian. Entah itu mobil, sepeda motor, home appliance, smartphone, dsb. Pembeli harus teliti dalam memeriksa agar tidak terjadi hal yang tak di-inginkan terutama jika barang bekas tersebut adalah sebuah komputer.

Komputer merupakan gabungan dari berbagai macam komponen. Dimulai dari komponen inti seperti CPU, Motherboard, RAM, GPU, Storage dan Power Supply, hingga komponen tambahan (add-on) seperti Sound Card, Kartu Grafis, Fans, Water Cooler, dsb

Jika salah satu komponen di atas bermasalah terutama komponen inti, maka komputer tidak dapat bekerja dengan optimal atau bahkan tidak dapat bekerja sama sekali.

Sering kali pembeli gampang diyakinkan oleh penjual dikarenakan pengetahuan mereka yang minim tentang dunia komputer. Bahkan banyak dari mereka yang dimanfaatkan oleh penjual yang tidak jujur untuk membeli barang yang bermasalah.

Oleh karena itu, kami selaku team JagoanKode membuat artikel ini untuk memberikan beberapa tips dan hal-hal yang harus diperhatikan saat membeli komputer bekas.

Tanpa panjang lebar, langsung saja kita bahas satu per satu.

Hal-Hal Yang Perlu Diperhatikan Saat Membeli Komputer Bekas

  1. Cek Kesehatan RAM
  2. Cek Kesehatan Storage
  3. Cek Thermal Pasta
  4. Cek Monitor/Layar
  5. Cek Keyboard

1. Cek Kesehatan RAM

RAM merupakan salah satu komponen inti yang sering menjadi penyebab BSOD (Blue Screen Of Death) terutama saat kondisi RAM tersebut sudah tidak sehat.

Komponen komputer seperti RAM akan dapat tetap berjalan walaupun kondisinya sudah tidak optimal. Alhasil, komputer tetap dapat digunakan seperti biasanya. Hanya saja, pengguna akan lebih sering menghadapi BSOD.

Bayangkan jika tugas yang sudah kamu ketik selama berjam-jam lenyap dikarenakan terjadi BSOD?

Maka dari itu, saat membeli komputer/RAM bekas atau baru sekalipun. Segera lakukan pengecekan terhadap kesehatan RAM tersebut dengan cara di bawah ini.

Untuk Windows 7 :

  1. Klik Start
  2. Ketik mdsched.exe di box pencarian (search box)
  3. Enter
  4. Maka akan keluar opsi untuk restart sekarang dan jalakan program atau lain kali saat komputer di hidupkan kembali
  1. Jika kamu memilih restart sekarang maka komputer akan restart dan menjalankan program secara otomatis
  2. Program akan mengetest RAM dalam mode STANDARD, jika kamu ingin mengetest nya lebih dalam lagi Tekan F1 dan pilih EXTENDED
  1. Biarkan progam berjalan sampai selesai
  2. Bila sudah selesai, windows akan merestart komputer secara otomatis dan hasil bisa kamu lihat di pojok kanan bawah setelah LOG ON ke Windows.
Gambar di atas menunjukan bahwa kondisi RAM baik-baik saja.
Jika RAM bermasalah maka akan terdeteksi seperti gambar dibawah ini.

Untuk Windows 10:

  1. Buka Control Panel (Klik kanan Start -> Control Panel)
  2. Klik System and Security
  3. Klik Administrative Tools
  4. Double Klik Windows Memory Diagnostic
  5. Seperti biasa, kamu akan di berikan pilihan untuk restart sekarang atau jalankan pada saat komputer hidup lain kali
  6. Semua Prosedur hampir sama seperti Windows 7
Kamu juga bisa menggunakan third Party Software seperti Memtest86 (namun kamu harus burn filenya ke Flash Drive atau CD). Saran saya gunakan Rufus.

2. Cek Kesehatan Storage

Sama seperti RAM, Storage Devices/Perangkat penyimpanan seperti Hard Disk Drive (HDD) dan Solid State Drive (SSD) juga wajib untuk di cek.

HDD atau SSD yang sudah tidak sehat juga dapat menyebabkan berbagai macam masalah yang berakhir dengan BSOD atau lebih buruk, hilangnya data.

Data yang hilang dikarenakan kerusakan komponen terutama SSD akan hampir mustahil untuk dikembalikan.

Kamu memang dapat menggunakan jasa reparasi HDD/SDD, namun selain biaya ongkosnya yang sangat mahal, data kamu juga tidak lagi bersifat pribadi.

Jasa reparasi HDD/SSD rata-rata memang akan menjaga privasi konsumer dengan tidak melihat data yang tersimpan di HDD/SSD milik konsumer. Namun yang menjadi pertanyaan, apakah kamu merasa nyaman dengan klaim tersebut dan bersedia untuk mempercayai-nya?

Jika kamu bertanya kepada saya? maka jawabanya tidak, karena kebanyakan dari mereka tidak dapat memberikan jaminan untuk klaim tersebut dan jika dipikir lebih dalam, tentunya sulit untuk memberikan jaminan untuk hal yang sedemikian.

Oleh karena itu, jangan sampai hal tersebut terjadi.

Cek kesehatan HDD/SSD terlebih dahulu karena sama seperti RAM, HDD/SSD yang kurang sehat akan dapat membuat komputer untuk tetap berjalan. Hanya saja, performa akan menurun dan HDD/SSD bisa gagal/fail seketika dan jika hal itu terjadi, maka kemungkinan yang terburuk adalah pengguna akan kehilangan data miliknya.

Terdapat berbagai macam software yang dapat kamu gunakan untuk memeriksa kesehatan HDD/SSD. Namun, software yang menjadi favorit saya adalah CrystalDiskInfo karena di-antara semua software yang sudah saya coba, CrystalDiskInfo-lah yang saya nilai paling konsisten.

Download CrystalDiskInfo dan instal software tersebut, setelah itu jalankan CrystalDiskInfo dan kamu akan dapat langsung melihat status kesehatan HDD/SSD yang kamu pakai.

Jika statusnya GOOD, maka HDD/SDD dalam keadaan sehat. Jika statusnya Caution maka segera backup data-data penting ke HDD/SSD lain yang kondisinya GOOD. Dan jika statusnya Bad maka cabut HDD/SSD dan backup melalui metode external untuk menghindari kerusakan yang lebih parah.

3. Cek Thermal Pasta

Thermal pasta digunakan sebagai median penghantar panas antara komponen dengan pendingin i.e CPU dengan Heatsink.

Thermal pasta dapat mengering seiring berjalanya waktu terutama jika komputer tersebut sering digunakan untuk pekerjaan berat.

Jika temperatur CPU dan GPU terlalu panas, maka dua hal akan terjadi.

Hal pertama, performa akan menurun. Karena tidak seperti komputer jaman dahulu yang langsung mematikan sistem secara otomatis untuk mencegah kerusakan komponen dikarenakan panas yang berlebih. Komputer modern akan mengaktifkan fitur thermal throttling yang bekerja dengan cara menurunkan performa agar temperatur komponen tidak naik.

Hal kedua, komponen komputer tidak menyukai panas. Semakin tinggi temperatur komponen tersebut maka umurnya akan semakin memendek.

Oleh karena itu, cek status thermal pasta dengan cara menjalankan benchmarking software seperti Cinebench untuk CPU dan Unigine Heaven untuk GPU.

Download kedua software dan instal keduanya. Sebelum menjalankan software tersebut, kamu perlu menginstal software monitoring seperti MSI Afterburner untuk memonitor temperatur CPU dan GPU saat kedua software di atas berjalan. (Kamu dapat dengan mudah menemukan tutorial cara menampilkan On Screen Display untuk MSI Afterburner di Google)

Namun jika kamu pemalas seperti saya, download CoreTemp dan GPU-Z. Kedua software tersebut juga akan memberikan informasi temperatur untuk CPU dan GPU.

Jalankan kedua software (Cinebench dan (Unigine Heaven) lalu perhatikan/monitor temperatur CPU dan GPU. Jika temperatur rata-rata mencapai lebih dari 90’C maka kemungkinan besar, thermal pasta yang digunakan sudah mengering.

Thermal Pasta memang harganya murah, kurang lebih 100K untuk pasta yang berkualitas seperti Artic-MX4. Namun, mengganti thermal pasta bukan hal yang mudah terutama untuk Laptop.

Tidak seperti Desktop, membongkar sebuah laptop bisa menjadi tugas yang sulit terutama bagi yang belum pernah membongkarnya sama sekali.

Tidak hanya itu, laptop juga dipenuhi dengan komponen serta soket dan kabel-kabel kecil yang gampang putus/tergores atau bahkan patah.

Memang, kamu dapat menyerahkan tugas tersebut kepada para profesional a.k.a tukang servis komputer. Namun, tentunya kamu harus rela membayar mereka dan biaya penggantian thermal pasta laptop juga bervariasi yang dimulai dari 100 hingga 150K.

4. Cek Monitor/Layar

Terkadang kita tidak menyadari bahwa terdapat titik berwarna hitam/putih pada layar komputer kita.

Titik hitam/putih tersebut bisa disebabkan oleh dead pixel dan stuck pixel.

Dead pixel merupakan pixel yang mati, sedangkan stuck pixel adalah pixel yang tidak dapat berubah warna (terjebak di warna tersebut).

Stuck Pixel dapat diperbaiki dengan menggunakan metode brute force seperti JScreenFix yang akan memaksa pixel untuk berubah warna.

Metode kedua melibatkan cara manual yaitu menggunakan objek yang mempunyai ujung meruncing namun tidak berbahaya seperti crayon atau pensil lalu mengetuk pixel tersebut hingga berubah warna.

Akan tetapi, sering sekali kita tidak teliti dan terlambat menyadari hal tersebut.

Oleh karenanya, lakukan hal berikut ini.

Download atau buat background berwarna putih atau hitam dan tampilkan file tersebut secara full-screen. Jika terdapat dead atau stuck pixel, kamu dapat dengan mudah mengidentifikasinya.

5. Cek Keyboard

Tanpa disadari, terkadang terdapat tombol keyboard yang stuck/macet/mati atau bahkan short/konslet yang baru akan terdeksi jika kita menekan kombinasi tombol tertentu.

Lakukan test keyboard menggunakan software keyboard tester atau secara online.

Test tombol semua tombol dan perhatikan jika terdapat tombol yang aktif/tertekan dengan sendirinya.

Penutup

Demikian tips yang dapat kami sampaikan. Semoga artikel ini menambah wawasan kamu untuk lebih teliti dan berhati-hati saat membeli komputer bekas.

About the author

Afrizal

Hanya seorang penulis yang mencintai dunia teknologi.
Rizal sebenarnya sangat pemalas, maka dari itu dia lebih memilih untuk menghasilkan uang dari passionya
Rizal mencintai hal-hal yang berkaitan dengan komputer atau smartphone dan akan selalu memberikan berita terbaru mengenai keduanya.
Namun, terkadang dia juga suka membagi tips & trick saat tidak dikejar deadlines.
Di waktu luangnya, kamu akan melihat dia bermain gitar atau menonton film di bioskop.

Business Contact: [email protected]

Leave a Comment