TipsTrick

Cara Cerdas Membeli Dan Memilih Rumah

Cara Cerdas Membeli Dan Memilih Rumah. Tips Pintar cara membeli rumah dan memilih rumah. Memiliki rumah sendiri menjadi idaman banyak orang. Nah, apabila anda sedang mempertimbangkan membeli rumah ada hal-hal yang harus diperhatikan supaya tempat tinggal tersebut bisa memenuhi semua kebutuhan anda dan keluarga.

Setelah sempat mengalami kelesuan beberapa waktu lalu bidang properti di Indonesia kembali menggeliat. Pameran pameran properti Selalu ramai dipadati pengunjung yang mencari-cari rumah impian mereka. Mungkin salah satu pengunjung itu adalah anda. Mungkin Anda membutuhkan rumah baru karena yang sekarang masih berstatus kontrakan. Dengan begitu Banyaknya pilihan yang tersedia baik dari segi lokasi bentuk rumah harga maupun pengembangan Bagaimana anda bisa menentukan yang terbaik?

Cara Cerdas Membeli Dan Memilih Rumah

Kategori rumah layak

Apabila bicara soal Perumahan secara umum yang utama harus dipikirkan adalah studi kelayakan tempat tinggal itu. Sayangnya tidak semua orang menyadari hal ini dan tinggal di rumah yang tidak layak. Tidak layak berarti rumahnya jelek. Di Jakarta ada banyak rumah yang dibangun di sisi kanan kiri sungai. Jika dilihat secara fisik rumah hantu memiliki struktur beton dan terlihat kokoh. Rumah-rumah itu menjadi tidak layak karena terkena banjir setiap kali sungai meluap. Jika dari sisi lokasi sebenarnya letaknya dianggap ilegal. Padahal rumah rumahnya bagus. Dari sisi kelayakan tersebut ada dua kategori rumah yang dianggap layak. Kemudian penting diperhatikan bagi kesehatan dan kesejahteraan penghuni rumah.

Kedua kategori itu adalah:

Secara fisik:

  • Tidak lembab.
  • Pencahayaan Memadai.
  • Sirkulasi udara baik.
  • Luasnya memenuhi standar.
  • Luas standar minimal yang diakui Badan kesehatan dunia atau w h o adalah 7,2 M2 per 1 orang.
  • Jadi untuk keluarga dengan 4 anggota luas minimal nya adalah 28,8 M2 (7,2 M2 kali empat orang). Berdasarkan acuan Itu keluarga tersebut sebaiknya memilih rumah tipe 36. Idealnya semakin banyak jumlah anggota keluarga semakin luas ukuran tempat tinggal yang digunakan.
  • Secara lingkungan, rumah harus memenuhi standar infrastuktur dan utilitas:
  • Harus memiliki air bersih.
  • Sanitasi lingkungannya mesti memenuhi syarat. Bagaimana bisa sebuah rumah meskipun tampilannya bagus dianggap layak apabila letaknya di rawa-rawa? Lembab banyak nyamuk dan sebagainya.
  • Aksesibilitas nya harus memadai. Bagaimana jika terjadi kebakaran dan jalan menuju rumah anda tidak bisa dilewati mobil pemadam kebakaran?Ada banyak daerah di Jakarta yang tidak memiliki standar yang sama. Alasannya karena daerah itu berkembang tanpa direncanakan sebelumnya.

Pemilihan rumah

Berikut ini adalah hal-hal yang sering menjadi pertimbangan banyak orang saat memilih rumah:
Bentuk rumah. Kita tahu bahwa di kota besar dan padat seperti Jakarta sudah sulit mencari rumah tapak (Lander house) atau lahan kosong untuk membangun rumah. Pemerintah sebenarnya memberikan fasilitas kemudahan membeli rumah tapak bagi warga kelas menengah ke bawah atau yang berpenghasilan 4,5 juta Rupiah ke bawah perbulan. Kemudahan itu diberikan berupa subsidi baik dalam bentuk suku bunga insentif perpajakan atau yang lainnya.

Tetapi di kota besar seperti Jakarta yang lahannya terbatas yang dibutuhkan adalah pembangunan rumah secara vertikal atau ke atas. Artinya rumah-rumah dalam gedung. Semua pihak sudah bisa menerima bahwa di kota-kota besar yang harus dibangun adalah Perumahan secara vertikal. Ini tidak menjadi perdebatan lagi.

Lokasi.

Tidak ada pengembang yang menyediakan Perumahan tapak di Jakarta untuk kalangan kelas menengah ke bawah. Tanah di Jakarta terlalu mahal dan terbatas. Yang ada adalah hunian tempat tinggal vertikal di gedung bertingkat. Kalaupun dibangun Perumahan tapak kebanyakan lokasinya di sekitar Jakarta seperti Bogor Depok Bekasi Tangerang Karawang Serang dan Serpong.

Tinggal di wilayah wilayah ini tidak akan menjadi masalah seandainya tidak memiliki bentuk transportasi massal yang bagus. Masalah lokasi kemudian juga menjadi salah satu faktor pemilihan rumah idaman. Bandingkan misalnya dengan kita yang tinggal di Bekasi untuk mencapai Jakarta saja yang jaraknya tidak sampai 400 km, dibutuhkan waktu hingga 3 jam.

Pulangnya pun sama. Wajar kalau orang-orang kemudian bingung memutuskan Apakah Sebaiknya membeli rumah di pusat kota atau di pinggiran. Keputusan ini bergantung pada kebutuhan masing-masing orang. Di mana letak kantornya? Orang yang bekerja di Bekasi tentu tidak harus mengontrak atau membeli rumah di Jakarta. Jika menempuh perjalanan bersih dan tulang terlalu lama waktu produktivitas dan efektivitas kita akan berkurang. Kehidupan rumah tangga juga bisa terganggu.

Rumah baru vs rumah lama

Anda punya pilihan membeli rumah lama atau rumah baru yang disediakan pengembang. Soal harga dan model bangunan itu tergantung selera masing-masing. Umumnya model rumah di hunian kelas menengah kebawah yang dibangun pengembang dibuat seragam. Namun kalau membeli rumah dari pengembang kita akan memperoleh keuntungan berkaitan dengan lingkungan sekitar.

Lingkungannya akan lebih tertata. Pengembang tidak akan mendapatkan izin membangun jika rencana lingkungannya tidak tertata. Jadi menurutnya memang harga yang harus dibayarkan kepada pengembang agak lebih mahal. Alasannya karena kita tidak hanya memberi rumah melainkan juga membeli fasilitas umumnya. Fasilitas-fasilitas umum yang wajib disediakan pengembang misalnya jalan saluran air dan taman. Itu dijanjikan dalam site plan atau rancangan pengembangan.

Tetapi ia melanjutkan ada juga fasilitas-fasilitas umum yang tidak wajib disediakan pengembang. Contohnya rumah ibadah sekolah pusat olahraga dan tempat layanan kesehatan. Biasanya yang disediakan hanya bahannya sedangkan pengadaan fasilitas-fasilitas nya sendiri diserahkan kepada pemerintah daerah atau swadaya masyarakat. Semua itu tidak wajib dibuat pengembang kecuali memang dijanjikan dalam site plan. Orang Indonesia menyukai rumah yang menghadap Timur. Sinar matahari menyinari rumah mereka di pagi hari sehingga mereka menjadi bersemangat beraktivitas. Sedangkan rumah yang menghadap Barat akan terasa panas di sore atau malam hari karena terkena sinar matahari menjelang terbenam. Akibatnya beberapa pengembang memberi harga yang lebih mahal pada rumah yang menghadap Timur.

Wajib periksa legalitas.

Jadi Apakah keinginan Anda memilih rumah sudah bulat? Apakah bentuk dan lokasinya sudah sesuai? Hikayat dan berencana membeli dari pengembang Anda wajib memberikan legalitas tiga hal ini yaitu:

  • Legalitas pengembangnya.Ini penting untuk menghindari anda menjadi korban penipuan. Pengembang yang baik harus memiliki track record yang jelas. Akan lebih baik lagi jika pengembangan merupakan anggota suatu asosiasi pengembang. Asosiasi tersebut bisa membantu jika terjadi masalah antara si pembeli dan si pengembang. Periksa saja keanggotaan pengembang tersebut. Minta mereka menunjukkan bukti keanggotaan dan melakukan klarifikasi dengan asosiasi nya. Tanyakan langsung kepada apresiasi yang ada mengenai kredibilitas si pengembang. Setiap tahun REI memperbaharui sertifikat para anggotanya. Jadi yang berlaku adalah sertifikat yang terbaru. Pemilihan pengembang yang kredibilitasnya teruji dibutuhkan juga untuk keperluan mengajukan KPR ke bank. Tidak akan menyetujui permohonan apabila pengembangnya mencurigakan karena dikhawatirkan terjadi kredit macet.
  • Legalitas tanahnya. Apakah tanah itu sudah betul-betul diperuntukkan bagi Perumahan atau merupakan tanah milik orang lain? Banteng tanah itu belum dibeli pengembang namun sudah dipasarkan. Tanyakan saja mana buktikan nah ini sudah dibeli pembeli kan berhak bertanya.
  • Legalitas perijinan untuk membangun di tanah itu. Harus ada yang namanya surat izin penunjukan penggunaan tanah (sippt). Apakah di tempat itu memang diizinkan untuk membangun hunian Perumahan dengan bentuk yang ditawarkan ke pengembang? Jangan-jangan wilayah itu sebenarnya bagian jalur hijau. Set plan nya juga sudah harus disahkan pemerintah provinsi. Kalau sering sudah disahkan tidak akan ada masalah dengan Surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB).
  • Calon pembeli punya hak menanyakan soal legalitas ini. Menurutnya ada banyak orang yang enggan malu atau malas menanyakan hal tersebut. Alasannya karena mereka merasa rendah diri atau lemah dihadapan pengembang. Padahal ada ungkapan yang menyatakan pembeli adalah raja. Kita tidak perlu menempatkan diri di atas cukup di level sejajar. Tapi yang penting kita tidak boleh malu atau rendah diri. Pemeriksaan legalitas ini juga diperlukan apabila yang hendak diteliti adalah rumah lama. 

Sertifikat tanahnya

Izin bangunannya. Orang-orang seringkali tidak memedulikan adanya izin bangunan. Bisa saja seseorang memang memiliki tanah itu tetapi ia membangun di tanah yang tidak diperuntukkan bagi bangunan misalnya:
Gambar rumahnya supaya kita bisa mengetahui struktur bangunannya. Gambar ini diperlukan seandainya kita ingin melakukan renovasi. Akan lebih baik apabila pemilik rumah memiliki Apa yang disebut (as built drawing.As built drawing adalah gambar yang benar-benar mewakili apa yang dibangun. Gambar itu tidak sama dengan gambar perencanaan karena pada prakteknya di lapangan apa yang dibangun bisa berbeda dari perencanaan.Dengan as built drawing kita bisa mengetahui letak pipa ledeng pipa gas dan yang lainnya dengan sebenarnya. Proses renovasi bisa berjalan lancar.

About the author

Mohammad Kahfi

Pengetahuan adalah kebebasan, dan ketidaktahuan adalah perbudakan.

Leave a Comment