Kesehatan

Cara Mengintip Kesehatan Tubuh Lewat Gigi

Cara Mengintip Dan Mengetahui Kesehatan Tubuh Lewat Gigi. Selain untuk mengunyah makanan ternyata gigi juga bisa menjadi cermin kesehatan tubuh. Banyak penyakit yang berhubungan dengan kesehatan gigi dan mulut. Simak penjelasan dan ulasan lengkapnya Disini.

Sudah merasa hidup sehat? Tunggu dulu Anda boleh saja mengaku punya tubuh bugar atau menjalankan pola makan yang sehat tapi bagaimana dengan kondisi gigi dan mulut? Kesehatan bagian tubuh ini sering luput dari perhatian. Padahal mulut dan Gigi adalah gerbang utama kuman dan bakteri untuk masuk dalam tubuh manusia.

Sumber infeksi. Infeksi pada gigi bisa memicu munculnya banyak penyakit. Gigi manusia merupakan wadah dari kuman kuman dan bakteri Penyebar penyakit. Dalam jumlah dan tingkat keasaman yang normal bakteri dan kuman itu tidak berdampak buruk. Namun bila jumlahnya semakin banyak sampai membentuk plak lalu bersenyawa dengan cat cat lain kuman dan bakteri itu bisa merusak gigi dan gusi kemudian masuk ke dalam pembuluh darah dan menyerang organ lain.

Cara Mengintip Kesehatan Tubuh Lewat Gigi

Gigi merupakan tempat berkumpulnya bakteri dan kuman dari luar tubuh. Jadi harus benar-benar dijaga kebersihannya atau kalau tidak akan menjadi sumber infeksi. Nah dibawah akar gigi kan ada saraf dan pembuluh darah. Jika gigi dan gusi mengalami infeksi bakteri dan kuman itu bisa masuk ke pembuluh darah dan menginfeksi organ lain. Berikut beberapa gangguan kesehatan yang bisa muncul akibat gigi yang busuk dan infeksi pada gusi:

1) peradangan atau infeksi pada organ lain. 

  • Bakteri yang berasal dari gigi dapat masuk melalui pembuluh darah dan menyerang organ vital tubuh lainnya sehingga menimbulkan peradangan atau infeksi misalnya:
  • Peradangan selaput dalam jantung. Beberapa penelitian bahkan menyebutkan keterkaitan erat antara gigi busuk dan penyakit stroke.
  • Infeksi pada ginjal.
  • Luka dan infeksi pada lambung dan usus.
  • Memicu infeksi di persendian. Menyerang paru-paru dan meningkatkan resiko seseorang terserang penyakit pneumonia.

2) kekurangan gizi atau nutrisi dalam tubuh.

Bila gigi rusak atau gusi bengkak nafsu makan seseorang cenderung akan berkurang. Seandainya bisa makan proses pengunyahan menjadi tidak sempurna. Hal ini membuat penyerapan gizi dalam tubuh terganggu.

3) meningkatkan resiko bayi lahir lebih cepat dan berat bayi lahir rendah (BBLR).

Dijelaskan oleh dokter gigi yang mengajar di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia ini ibu hamil dengan infeksi gusi kronis atau gigi busuk berikut 7 kali lebih tinggi mengalami proses kelahiran yang lebih cepat. Kelahiran lebih cepat itulah yang akhirnya membuat berat bayi lahir rendah. Yang perlu diwaspadai adalah bahwa saat hamil perubahan hormon akan membuatku si lebih sensitif cepat berdarah dan bengkak. Karena itulah saat kehamilan perawatan gigi dan gusi harus lebih dari biasanya.

4) memicu sakit kepala.

Sakit gigi busuk dan mengenai saraf tentu saja gusi terasa sakit. Tak hanya itu saraf kemudian Akan mengirim sensasi ke otak dan yang kemudian direspon sebagai rasa pusing. Gigi dicabut dan tidak diganti kan juga akan membuat struktur gigi tidak seimbang saat proses pengunyahan. Mengunyah dengan satu sisi rahang atau dengan struktur gigi yang tidak pas dapat memicu keluhan sakit kepala dibagian belakang namun tak hanya gigi busuk saja yang dapat menimbulkan keluhan sakit kepala. Gigi yang tidak muncul (tumbuh di dalam gusi) juga dapat menekan saraf-saraf difusi dan menyebabkan sakit kepala. Oleh sebab itu pentingnya berkonsultasi ke dokter gigi paling tidak enam bulan sekali.

Mengganggu rasa percaya diri.

Selain Berbagai gangguan kesehatan yang telah disebutkan kondisi gigi dan mulut manusia juga dapat dijadikan detektor penyakit lain yang salah satu gejala nya memang menyerang gigi dan mulut. Penyakit-penyakit yang dimaksud antara lain:

  • Diabetes melitus. Gejalanya adalah gusi berwarna lebih merah bengkak dan mengeluarkan bau yang khas. Gigi penderita kencing manis kadang juga goyang bahkan tanggal.
  • Tuberculosis. Biasanya terjadi luka-luka (lesi) yang khas pada permukaan lidah atau permukaan mulut bagian dalam.
  • Leukemia. Gejalanya hampir sama dengan tuberkulosis. Kerja di luka-luka kas pada permukaan lidah dan permukaan mulut bagian dalam.
  • Tetanus. Salah satu gejala adalah rahang terkunci.
  • Stres. Kondisi psikologis seseorang ternyata ada hubungannya dengan kebiasaan seseorang. Biasanya orang yang stres di bawah sadarnya sering menggerakkan gigi atau menggigit kan gigi dengan keras padahal tak ada makanan yang harus dikunyah.
  • Ketergantungan narkoba. Konsumsi narkoba ternyata juga merusak gigi. gigi pengguna narkoba Biasanya banyak yang berlubang. Selain berhubungan dengan kesehatan fisik Semata masalah gigi dan mulut juga erat hubungannya dengan penampilan dan rasa percaya diri. Bisa dibayangkan bila anda tak punya gigi? Selain susah makan pasti juga akan mengganggu penampilan. Belum lagi bau mulut dari gigi yang busuk akan membuat Anda semakin tidak percaya diri dalam bersosialisasi dengan orang lain. Gigi itu sangat berharga dan Percayalah tak akan pernah ada gantinya. Jadi jagalah sebaik mungkin dan tularkan kebiasaan itu pada keluarga dan lingkungan.

About the author

Mohammad Kahfi

Pengetahuan adalah kebebasan, dan ketidaktahuan adalah perbudakan.

Leave a Comment