TipsTrick

Hati-hati Dengan Ransomware. Bisa Mengunci Data dan File Penting

Di tahun 2013 lalu, perangkat lunak berbahaya yang dikenal dengan nama ransomware mulai dianggap sebagai ancaman baru bagi para pengguna PC. Banyak orang mulai waspada karena malware jenis ini bisa mengunci data penting korban.

Beberapa waktu kemudian, ancaman ransomware sendiri memang memudar. Tetapi di tahun 2016, ransomware kembali menyerang.

Apa Itu Ransomware?

Gambar oleh Tumisu dari Pixabay

Jika kamu punya data penting, maka ransomware merupakan jenis malware yang sangat berbahaya untukmu. Ini karena seperti yang telah kami katakan di atas, malware ini bisa mengunci data sehingga kamu tidak bisa mengakses data tersebut.

Cara kerja dari ransomware ini sesuai dengan namanya, yaitu ransom yang dalam bahasa Indonesia berarti tebusan atau uang tebusan.

Saat ransomware menyerang PC, maka malware tersebut akan mengunci sistem dan data yang kamu miliki. Sejumlah fitur PC pun tidak akan bisa diakses.

Di layar PC, kamu pun akan menemukan perintah untuk membayar uang tebusan untuk mengembalikan data-data yang terkunci. Bahkan terkadang, ditempelkan juga link yang mengarahkanmu ke support forum yang nantinya dapat membantumu untuk melakukan pembayaran.

Di tahap ini, pilihannya adalah membayar uang tebusan atau kehilangan akses menuju data dan file yang tersimpan di PC selamannya.

Tetapi, meski membayar uang tebusanmu, belum tentu kamu akan mendapatkan akses datamu kembali.

Beberapa jenis ransomware sebelumnya seperti CryptoLocker memang memenuhi janjinya untuk membuka akses ke data yang dikunci setelah tebusan dibayar. Namun tetap saja, masih ada kemungkinan bahwa pembuat jenis ransomware lain tidak akan melakukan hal yang sama.

Jadi langkah terbaik adalah melakukan sejumlah pencegahan agar PC terhindar dari serangan ransomware.

Bagaimana Caranya Ransomware Menyerang PC dan Laptop?

Sama dengan sejumlah malware jenis lain, ransomware baru bisa menginfeksi PC atau Laptop saat pengguna mengklik link atau menjalankan file .exe dari program yang berisi ransomware.

Dengan demikian, korban harus secara sengaja dan sukarela membuka malware tersebut.

Tetapi pertanyaannya, Apakah mungkin ada pengguna PC atau Laptop yang dengan senang hati membuka link atau program yang berisi virus didalamnya? Sementara dia sendiri tahu bahwa virus tersebut bisa membahayakan PC dan datanya.

Jawaban atas pertanyaan tersebut diatas adalah “jelas tidak mungkin.”

Oleh sebab itulah para hacker melakukan trik yng membuat pengguna PC atau Laptop mau melakukan hal tersebut.

Misalnya saja di tahun 90 an, banyak virus yang dibuat menyerupai program antivirus. Jadi pengguna PC akan dengan senang hati menjalankan program antivirus palsu tersebut.

Saat ini para hacker pun menjadi lebih kreatif. Mereka memasukan program berbahaya seperti ransomware ke dalam program yang tampaknya tidak berbahaya.

Cara Menghindari Ransomware

Perlu diingat bahwa cara di bawah ini tidak akan membuat data dan file yang kamu miliki sepenuhnya aman. Jadi sangat disarankan untuk membackup data dan file tersebut dan menyimpannya di tempat yang berbeda.

Meski demikian, dengan melakukan sejumlah tips berikut, kamu bisa lebih mudah menghindari serangan ransomware dan virus lain.

Hindari Email Dan Link Yang Mencurigakan

Para hacker seringkali bisa membuat link dan email yang membuat rasa ingin tahu kita tergoda sehingga kita tidak tahan untuk membuka email atau link tersebut.

Tetapui jangan lakukan hal ini, kecuali jika kamu rela kehilangan data dan file berharga milikmu.

Gunakan Adblockers

Adblockers yang bisa kamu pasang di browser tidak hanya dapat membuat halaman web yang kamu lihat terbebas dari iklan, tetapi juga bisa menyelamatkan PC dari serangan virus. Jadi gunakan Adblockers untuk membuat aktivitas browsing tetap aman dan nyaman.

Berbicara soal Adblockers, beberapa jenis browser seperti Opera menyediakan Adblockers yang sudah terpasang secara otomatis. Jadi kamu tidak perlu menginstall ekstensi pemblokir iklan.

Update Sistem Operasi

Terus update sistem operasi-mu. Ransomware bisa dengan mudah masuk dan menyelinap pada komputer dengan sistem operasi yang tidak diupdate.

About the author

Alvin

Pemiliki Warnet yang merangkap sebagai Op Warnet dan penulis Freelancer.

Leave a Comment