Kesehatan

Penyebab Dan Solusi Masalah Kulit Pada Anak

Penyebab Dan Solusi Mengatasi Masalah Kulit Pada Anak. Penyakit kulit termasuk gangguan kesehatan yang sering terjadi pada anak-anak. Selain membuat penampilan tak enak dipandang, penyakit kulit juga bisa mengganggu kualitas hidup anak, teka-teki yang lho. Ayo, kenali penyebab-penyebab lewat ulasan berikut.Terkadang Perasaan kita seperti tercabik-cabik melihat Putra dan putri semata wayang harus terbangun dan menangis hampir setiap malam. Ternyata tubuhnya terasa sangat gatal hingga ia tak dapat lagi tidur dan beristirahat dengan nyenyak. Di lengan dan tungkai kecilnya terdapat banyak bintik seperti bekas gigitan nyamuk.

Penyebab Dan Solusi Masalah Kulit Pada Anak

mungkin sikecil memang ada bermain di sebuah kebun di Puncak. Awalnya hanya ada 1 bekas gigitan nyamuk, Tapi keesokan harinya bintik-bintik yang lainnya mulai bermunculan. Karena menganggap gigitan nyamuk biasa. Kita hanya bisa mengoleskan minyak telon ke bagian tubuh si anak yang gatal. Namun karena gatalnya tak kunjung hilang bahkan bertambah parah akhirnya si ibu memutuskan untuk membawa si anaj ke dokter kulit.

Setelah diperiksa ternyata gatal yang dialami si anak bukanlah Akibat gigitan nyamuk biasa. Menurut Dr Dewi Inong irana, SpKk, apa yang dialami si anak akibat alergi terhadap gigitan serangga yang dalam istilah kedokteran disebut prurigo. Untuk mengetahui lebih betah Dr Inong memakan beberapa penyakit kulit yang akhir-akhir ini sering dialami oleh anak-anak. Berikut penjelasannya:

Penyebab Dan Solusi Masalah Kulit Pada Anak

1. eksim

Salah satu penyakit kulit akibat alergi yang kerap menyerang anak-anak adalah dermatitis atopik atau biasa disebut eksim. Penyakit ini muncul pada anak usia 6-12 tahun. Berupa ruam di pipi, punggung, perut, dada, telapak tangan, kaki dan lipatan lipatan tubuh, seperti siku atau lutut. Eksim juga bisa dialami bayi. Bentuknya sering menyerupai ruam akibat terkena asi.

Penyakit ini pada dasarnya bukanlah penyakit yang menular, tapi lebih bersifat genetis (diturunkan). Apabila dari pihak keluarga ada yang memiliki riwayat salah satu alergi, seperti asma (Paru), Debu (mata) sinusitis (hidung), ataupun eksim (kulit), bisa jadi alergi pada anak yang akan muncul adalah dermatitis atopik ini.

Dari banyaknya kasus gangguan kulit pada anak yang ditangani oleh Dokter Inong di rumah sakit ibu dan anak (RUSIA) Restu dan RSIA Permata Cibubur, dermatitis atopik ini merupakan penyakit kulit yang paling banyak dikeluhkan. Umumnya lebih sering terjadi pada anak-anak yang tumbuh di daerah perkotaan. Salah satu faktor pemicunya adalah karena anak-anak perkotaan zaman sekarang dibesarkan dalam lingkungan yang terlalu bersih.

Karena lingkungannya terlalu bersih tubuh anak-anak menjadi Kurang kebal. Apalagi alat-alat yang digunakan untuk melindungi anak-anak dari kuman, virus atau bakteri seringkali malah justru menjadi pemicu munculnya penyakit tersebut, seperti rumah yang berkarpet, baju yang disemprot pewangi terlalu berlebihan lantai rumah atau kamar mandi yang dibersihkan dengan cairan mengandung bahan kimia dan masih banyak lagi.

Bila penyakit kulit dermatitis atopik ini muncul, satu-satunya cara adalah dengan melakukan pengobatan dan berkonsultasi dengan dokter. Bila tidak segera diobati, ini Penyakit ini bisa membuat kualitas hidup anak menurun. tidur anak jadi tidak nyenyak karena gatal konsentrasi belajar pun terganggu konsentrasi belajar pun terganggu atau sang anak malah merasa tidak percaya diri karena kulitnya tidak mulus lagi. Untuk mencegah kemunculan alergi tersebut, menurut Dokter Inong ada beberapa pantangan yang harus dihindari oleh penderita, seperti: debu rumah, bulu (dari karpet, boneka atau hewan), bahan baju yang kasar (jeans, Wol), air mandi yang terlalu panas, pewangi pakaian, ini pembersih lantai dan cairan pembersih tubuh atau sabun (sulfur, antiseptik atau yang beraroma terlalu wangi).

Makanan yang mengandung MSG juga sering jadi pemicu. Namun dalam beberapa kasus alergi bisa muncul karena makanan lain, misalnya coklat, kacang susu sapi, ikan asin, dan lain-lain. Selain itu AC yang terlalu dingin juga bisa menimbulkan alergi. Untuk melindungi kulit anak yang sensitif, cobalah berikan pelembab yang tidak menggunakan pewangi. Bisa juga gunakan minyak zaitun atau minyak kelapa sebagai pelapis kulit.

2 alergi serangga

Sebenarnya alergi pada serangga atau yang biasa disebut prurigo ini juga termasuk dalam salah satu syndrome atau. Penyebabnya pun sama yaitu keturunan. Prurigo ini juga salah satu penyakit yang kerap ditemui pada anak-anak. Bila memiliki banyak bekas gigitan serangga pada tangan dan kakinya kemungkinan anak Anda menderita prurigo.

Biasanya satu gigitan serangga di satu titik bisa menyebabkan munculnya sekitar 20 bentol atau bekas gigitan yang sama. Semakin sering anak terkena serangga akan semakin banyak pula bekas gigitannya. Penderita prurigo menurut Dokter Inong cenderung disukai serangga karena biasanya tubuhnya mengandung asam laktat.

Aroma asam laktat yang berlebihan inilah yang mengundang serangga mendekat. Jadi satu-satunya jalan untuk menghindari prurigo adalah dengan menjauhkan anak-anak dari serangga-serangga yang mungkin menggigitnya. Cara yang diwajibkan oleh dokter yang juga Ibu dua anak ini adalah dengan memakai kelambu saat tidur.

Selain kelambu anak juga bisa menggunakan sabun beraroma serai saat mandi untuk menyamarkan bau asam laktat. Sabun serai ini sudah banyak tersedia di apotek. Kalau dilihat banyak sekali anak-anak yang kulitnya memiliki bekas gigitan nyamuk yang digaruk. Nah ini prurigo. Jalan yang wajib dilakukan adalah memasang kelambu di kamar Buah Hati. Cara ini cukup efektif. Untuk bekas gigitan serangga nya orang tua tidak perlu khawatir. Bekas itu bisa hilang kok.

3 infeksi bakteri

Salah satu penyakit kulit yang juga sering diderita adalah infeksi bakteri. Infeksi bakteri yang sering muncul pada anak-anak adalah cacar monyet atau cacar api. Kirinya luka pada kulit yang menyerupai bekas terkena benda panas seperti rokok. Mukanya bulat agak besar dan bernanah. Infeksi yang disebabkan bakteri itu menyerang anak-anak dibawah 6 tahun.

Salah satu alasannya adalah karena pada usia tersebut kekebalan tubuh anak masih sangat rendah. Penyebab lain munculnya cacar api ini adalah kurangnya kebersihan. Di lingkungan perkotaan anak-anak sering terinfeksi bakteri dari binatang yang ia pegang, bahkan dari hewan peliharaan sekalipun.

Bisa juga anak-anak tertular dari teman sepermainan karena Penyakit ini memang sangat menular. Luka akibat infeksi ini tidak gatal tapi terasa sakit bahkan menyebabkan demam. Bila sudah terjangkit, Orang tua harus segera membawa anak ke dokter untuk mendapatkan obat yang tepat. Jika anak sudah demam biasanya dokter akan memberikan antibiotik.

Namun hal itu tentu saja tak bisa dilakukan sembarangan. Untuk mencegah munculnya Penyakit ini Jagalah kebersihan lingkungan. Selain itu perkuat daya tahan anak dengan makanan-makanan sehat. Tak perlu Terlalu melarang anak bermain dengan binatang atau temannya. Yang perlu orang tua lakukan hanyalah meminta anak segera mandi setelah bermain. Dengan begitu badannya bersih kembali dan terbebas dari ancaman penyakit kulit.

About the author

Mohammad Kahfi

Pengetahuan adalah kebebasan, dan ketidaktahuan adalah perbudakan.

Leave a Comment