Jaringan Tutorial

Subnetting IP Address Kelas A Dan B

Jika pada artikel sebelumnya kita telah mempelajari bagaimana cara melakukan perhitungan subnetting pada IP address kelas c. Sekarang saya akan mengulas bagaimana cara melakukan subnetting pada ip address kelas a dan b. Tetapi sebelum masuk ke topik utama pada artikel ini, ada baiknya kita sedikit mengingat apa itu subnetting.

Subnetting adalah teknik memecah sebuah network (Jaringan Komputer) yang besar menjadi beberapa buah sub-network yang lebih kecil. Tujuan utama dari proses subnetting adalah untuk mengefisienkan penggunaan network. Dengan kata lain subnetting berguna untuk mempermudah administrator jaringan dalam mengalokasikan dan memaksimalkan penggunaan IP address. Lalu apakah perbedaan subnetting pada IP address kelas a, b, dan c?.

Perbedaan Subnetting Pada IP Address Kelas A, B, dan C

tabel subnetting

Pada Subnetting IP address kelas c kita hanya perlu memperhatikan oktet ke-empatnya saja. ini karena pada IP address kelas c, 3 oktet pertama merupakan Network ID dan pada oktet ke-4 merupakan Host ID. Berbeda dengan IP address kelas b, Pada IP address kelas b, Network ID berada pada oktet 1-2, sedangkan Host ID berada Pada oktet ke 3-4. Oleh sebab itu saat melakukan subnetting IP address kelas b, kita perlu memperhatikan dua oktet terakhir. Begitu pula pada saat melakukan subnetting pada IP address kelas a yang memiliki Network ID hanya pada oktet pertamanya saja, sedangkan Host ID-nya yang berada pada tiga oktet terakhir. Intinya adalah pada saat melakukan subnetting kita harus memperhatikan Host ID-nya.

Tetapi bagaimana jika IP address dan prefixnya berbeda kelas?. Sebagai contoh terdapat IP Address kelas b yaitu 172.16.10.10 dan prefixnya adalah kelas c yaitu /26. Bagaimana cara menghitungnya?. Jawabannya sama seperti menghitung subnetting IP address kelas c, kenapa demikian?. Karena pada dasarnya prefix berfungsi sebagai penunjuk berapa banyak bit yang merupakan porsi Network ID pada IP address tersebut. Sehingga dalam kasus ini posisi Host ID berubah menjadi oktet ke-4. Jadi bisa disimpulkan bahwa proses subnetting memusnahkan konsep kelas IP address.

Subnetting IP Address Kelas B

Untuk dapat memahaminya kita langsung saja mengerjakan contoh soal. Sebagai contoh kita menggunakan IP address 172.16.20.3/18, dan seperti biasa kita akan menghitung subnetmask, jumlah subnet, jumlah host per subnet, blok subnet, IP network, range IP address, dan IP broadcast pada IP address tersebut.

Subnet Mask

Pada IP 172.16.20.3/18, berarti terdapat 18 bit yang bernilai 1. Sehingga dalam bentuk biner menjadi 11111111.11111111.11000000.00000000.

konversi biner ke desimal

Dan jika kita konversikan kedalam bentuk desimal maka subnetmasknya adalah 255.255.192.0

Jumlah Subnet

Rumus : 2x, sama seperti pada IP address kelas c, bedanya kita hanya memperhatikan bit yang bernilai 1 pada dua oktet terakhir. Dalam hal ini 11111111.11111111.11000000.00000000
Maka jumlah subnetnya adalah = 2x = 22 = 4

Jumlah Host per Subnet

Rumus : 2y – 2, sama seperti mencari jumlah host pada ip address kelas c, bedanya kita hanya perlu memperhatikan bit yang bernilai 0 pada dua oktet terakhir. Jadi 11111111.11111111.11000000.00000000
Maka jumlah host per subnetnya adalah = 2y -2 = 214 – 2 = 16.384 – 2 = 16.382.

Blok Subnet

Rumus : 256 – subnetmask, dalam hal ini subnetmasknya adalah 192. Jadi 256 – 192 = 64
Berarti blok subnetnya adalah kelipatan 64 yaitu = 0, 64, 128, 192

IP Network, Range IP Address, dan IP Broadcast

Dari blok subnet diatas maka hasilnya dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

Network172.16.0.0172.16.64.0172.16.128.0172.16.192.0
IP Address Pertama172.16.0.1172.16.64.1172.16.128.1172.16.192.1
IP Address Terakhir172.16.63.254172.16.127.254172.16.191.254172.16.255.254
Broadcast172.16.63.255172.16.127.255172.16.191.255172.16.255.255

Dari tabel diatas dapat disimpulkan bahwa IP 172.16.20.3/18 berada pada blok subnet pertama dengan IP Network yaitu 172.16.0.0, range IP address yaitu 172.16.0.1-172.16.63.254, dan IP broadcast yaitu 172.16.63.255.

Subnetting IP Address Kelas A

Untuk IP Address kelas A kita menggunakan 10.10.10.1/10.

Subnet Mask

IP address 10.10.10.1/10 memiliki prefix /10 yang berarti jika dalam bentuk biner yaitu 11111111.11000000.00000000.00000000 dan jika dikonversikan kedalam bentuk desimal maka subnetmasknya adalah 255.192.0.0.

Jumlah Subnet

Rumus : 2x, karena kali ini kelas a maka kita perlu memperhatikan 3 oktet terakhir. 11111111.11000000.00000000.00000000.
Jadi jumlah subnetnya adalah = 2x = 22 = 4.

Jumlah Host per Subnet

Rumus : 2y – 2, sama seperti mencari jumlah subnet diatas, yang kita perhatikan adalah 3 oktet terakhir. 11111111.11000000.00000000.00000000.
Jadi jumlah host per subnetnya adalah = 2y – 2 = 222 – 2 = 4.194.304 – 2 = 4.194.302.

Blok Subnet

Rumus : 256 – subnetmask, karena subnetmasknya adalah 192 maka 256 – 192 = 64.
maka blok subnetnya adalah kelipatan 64 yaitu = 0, 64, 128, 192.

IP Network, Range IP Address, dan IP Broadcast

Dari blok subnet diatas maka hasilnya dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

Network10.0.0.010.64.0.010.128.0.010.192.0.0
IP Address Pertama10.0.0.110.64.0.110.128.0.110.192.0.1
IP Address Terakhir10.63.255.25410.127.255.25410.191.255.25410.255.255.254
Broadcast10.63.255.25510.127.255.25510.191.255.25510.255.255.255

Dari tabel diatas dapat disimpulkan bahwa IP address 10.10.10.1/10 berada pada blok subnet pertama dengan IP Network 10.0.0.0, Range IP address 10.0.0.1 – 10.63.255.254, dan IP Broadcast yaitu 10.63.255.255.

Akhir Kata

Demikianlah penjelasan yang dapat saya sampaikan mengenai Subnetting IP Address Kelas A dan B. Semoga dapat bermanfaat bagi pembaca dan menambah pengetahuan baru dalam dunia jaringan.

About the author

Ahmad Malik Baehaqi

Leave a Comment