Sosial Media

WhatsApp Batal Di Monetasi, Facebook Tidak Akan Menampilkan Iklan Di WhatsApp

 Seperti yang kita ketahui, Facebook telah menjadi pemilik WhatsApp, Instagram, Twitter, dll. Oleh karena itu, semua aplikasi tersebut telah diganti nama menjadi WhatsApp from Facebook, Instagram From Facebook, dst

Menurut informasi yang sedang ramai di bahas, melihat perkembangkan dari aplikasi yang menyediakan layanan cross-platform messaging & voice over IP alias WhatsApp.

Kabarnya Facebook akan mulai memonetasi WhatsApp dengan menambahkan ads pada bagian status. Namun menurut berita yang dilansir oleh Wall Street Journal, “those efforts are now on the ice.”  yang intinya rencana Facebook untuk menambahkan ads/iklan di WhatsApp masih dalam proses.

Untuk sekarang, perusahaan yang didirikan oleh lulusan universitas Harvard tersebut masih fokus untuk membangun fitur money-making yang memungkinkan bisnis untuk dapat berinteraksi/berkomunikasi dengan lebih baik pada penggunanya/pelanggan.

Untuk kedepanya, Facebook mungkin akan memonetasi WhatsApp dengan cara menampilkan iklan pada seksi “Status”. Untuk yang belum tahu, hal itu bukan usaha pertama Facebook.

Pada tahun 2018 lalu, Facebook telah melakukan hal yang sama untuk Instagram. Bahkan, pendiri Instagram yaitu Jan Koum dan Brian Acton pun terpaksa mengundurkan diri dari perusahaan tersebut.

Mereka khawatir jika aksi yang dilakukan Facebook akan memaksa WhatsApp untuk menurunkan kekuatan enskripsi end-to-end. Alhasil, hal tersebut akan menimbulkan masalah yang serius terhadap privasi para penggunanya.

Pada bulan Mei lalu, Facebook juga telah memamerkan rencana berupa prototipe menyangkut hal tersebut. Dan sepertinya, Facebook telah berubah pikiran.

Team yang tadinya Facebook bentuk untuk menambahkan iklan/ads di WhatsApp juga kabarnya telah dibubarkan. Alhasil, karya mereka berupa kode yang nantinya akan digunakan untuk fitur tersebut telah di hapus dari WhatsApp.

Membahas WhatsApp, mereka juga kabarnya sedang menggarap beberapa fitur baru yang akan di-implementasikan untuk kedepanya.

Salah satu fitur tersebut adalah “Disappearing Messages” yang diperuntukan untuk Group Chats. Fitur ini memungkinkan Admin dari sebuah Group Chats untuk menghapus chats lama secara otomatis.

Tentunya, Admin diberikan beberapa opsi yang menentukan jangka waktu dihapusnya chat lama tersebut.

Fitur lain adalah Dark Mode, kamu pasti sudah tidak asing lagi dengan fitur yang satu ini. Messenger milik Facebook telah menyediakan Dark Mode dan sepertinya WhatsApp akan menambahkan fitur yang sama untuk mengadopsi tema system-wide (dark mode).

Sumber: WABETAINFO

Untuk sekarang, semua fitur di atas masih dalam tahap percobaan (testing).

About the author

Afrizal

Hanya seorang penulis yang mencintai dunia teknologi.
Rizal sebenarnya sangat pemalas, maka dari itu dia lebih memilih untuk menghasilkan uang dari passionya
Rizal mencintai hal-hal yang berkaitan dengan komputer atau smartphone dan akan selalu memberikan berita terbaru mengenai keduanya.
Namun, terkadang dia juga suka membagi tips & trick saat tidak dikejar deadlines.
Di waktu luangnya, kamu akan melihat dia bermain gitar atau menonton film di bioskop.

Business Contact: Rizaladhi32@yahoo.com

Leave a Comment