Tutorial Windows

Begini Caranya Mengaktifkan Ransomware Protection di Windows 10

Antivirus bawaan Windows yang juga hadir di Windows 10, yaitu Windows Defender memiliki fitur yang mungkin tidak semua pengguna Windows tahu, yaitu Ransomware Protection yang dapat melindungi Windows 10 dari serangan ransomware. Fitur ini terbilang sangat penting tetapi dinonaktifkan secara default.

Ransomware sendiri merupakan ancaman yang cukup serius terhadap PC-mu. Serangan ransomware bisa membuat kamu tidak dapat mengakses data milikmu. Biasanya akan ada perintah untuk memberikan sejumlah uang kepada orang yang mengirimkan ransomware tersebut agar kamu dapat mengakses kembali data yang kamu miliki.

Meski demikian, tidak ada jaminan bahwa data milikmu akan kembali meski kamu membayar penyerang.

Kenapa Ransomware Protection Dinonaktifkan?

Perlindungan terhadap ransomware tersedia di Windows Defender. Meski demikian, fitur ini tidak akan aktif sebelum kamu mengaktifkannya secara manual.

Lalu kenapa Ransomware Protection dinonaktifkan?

Kemungkinan besar karena bisa terjadi kesalahan dimana Windows Defender salah dalam mengenali program sehingga ada beberapa program yang sebenarnya tidak berbahaya, tetapi dianggap sebagai ancaman. Hasilnya, Windows Defender pun akan memblokir program tersebut.

Ini tentunya bukan suatuh hal yang pengguna Windows 10 inginkan, mengingat akan cukup ribet untuk mengembalikan aplikasi tersebut. Tetapi jika kamu tetap ingin mengaktifkan Ransomware Protection, ada cara untuk mengatasi hal ini. Caranya kami bahas di bawah.

Namun sebelumnya, yuk, kita bahas dulu cara mengaktifkan Ransomware Protection pada Windows Defender di Windows 10.

Cara Mengaktifkan Ransomware Protection Di Windows 10

Pertama, arahkan mouse ke kolom pencarian dan ketik Settings.

Lalu, selanjutnya pada jendela Windows Setting, langsung saja klik Update & Security.

Lihat ke sebelah kiri. Di sana, pilih Windows Security. Selanjutnya di bagian kanan, klik Virus & Threat Protection.

Scroll ke bawah dan cari Ransomware Protection. Klik Manage Ransomware Protection yang terdapat di bawah menu tersebut.

Pada jendela baru, cari Controlled Folder Access.  Aktikan Ransomware Protection dengan cara menekan tombol toggle yang terdapat di bawahnya.

Selesai.

Nantinya Windows Defender akan terus memantau semua program yang mengakses folder yang dilindungi dan file yang tersimpan di dalam folder tersebut. Dengan demikian, program yang mencurigakan akan kesulitan mengakses folder dan file yang dilindungi.

Membuat Daftar Whitelist

Sebenarnya ini belum selesai. Seperti yang disebutkan sebelumnya. Kemungkinan ada kesalahan yang dilakukan oleh Windows Defender ketika kamu mengaktifkan fitur ini. Untuk menghindarinya, kamu bisa membuat whitelist ke akses folder yang dilindungi.

Untuk melakukan hal ini, cari Allow an app through Controlled folder.

Lalu klik Click Add to include dan klik Browser All App untuk mencari dan memasukan program-program yang ingin kamu masukan ke dalam daftar whitelist.

Block History

Melalui menu Block History, Kamu dapat melihat sejumlah program yang telah diblock oleh Windows Defender sehingga tidak dapat mengakes data dan file yang dilindungi. Coba lihat baik-baik daftar program tersebut dan uninstall program yang tidak kamu kenali.

Protected Folders

Ada menu lain yang belum dibahas, yaitu Protected Folders. Menu ini bisa kamu gunakan untuk memilih folder yang ingin kamu lindungi sehingga sulit untuk diserang oleh ransomware.

Untuk menggunakan menu tersebut, klik Protected Folders. Lalu pilih folder mana saja yang ingin dilindungi oleh Windows Defender.

Dengan melakukan langkah-langkah di atas, kamu dapat membantu Windows melindungi data dan file dari serangan ransomware.

Tetapi perlu diingat, data digital tidak selalu sepenuhnya aman.

Jadi sangat disarankan untuk melakukan backup data penting. Saat ini, kamu bisa menyimpannya melalui layanan cloud. Dengan begitu, jika terjadi masalah, data tersebut masih tetap aman. Kamu pun bisa mengembalikan data penting ke komputer atau perangkat lain dengan sangat mudah.

About the author

Alvin

Pemiliki Warnet yang merangkap sebagai Op Warnet dan penulis Freelancer.

Leave a Comment