Keluarga

Cara Tepat Mengenali Fase Perkembangan Anak

Cara Tepat Mengenali Fase perkembangan anak. Banyak orang tua frustasi dengan perilaku anak. Padahal sebenarnya yang si kecil aku kan masih tergolong wajar untuk usianya. Agar tidak cepat panik dan bingung Ayo kenali fase-fase perkembangan anak.

Dalam masa tumbuh kembangnya anak-anak mengalami fase-fase berbeda. Jika tidak mengetahui hal ini orang tua kerap kebingungan menghadapi anak. Ingin tahu fase-fase perkembangan anak-anak yang lainnya.

Cara Tepat Mengenali Fase Perkembangan Anak

Cara Tepat Mengenali Fase Perkembangan Anak

0 sampai 12 bulan

Di usia ini bayi baru dapat mengungkapkan rasa senang dengan tersenyum dan tertawa. Rasa rasa tak nyaman atau sakit ditunjukkan dengan menangis. Satu hal yang perlu orangtua ketahui Tangis Bayi tidak selalu berarti dia sedang melakukan perlawanan. Melalui tangisan bayi menunjukkan kebutuhan atau perasaannya. Misalnya lapar (butuh makanan) atau merasa tidak nyaman (karena popok basah atau mengantuk) dengan tangisan itu diharapkan orang tua bisa bereaksi dengan tepat yaitu memberi makan mengganti popok menidurkan dan lain-lain.

Di Fase ini bayi suka memasukkan benda-benda sekitarnya ke dalam mulut. Proses menggigit-gigit benda mendatangkan kenikmatan tersendiri. Karena itu jika kita mengambil benda tersebut bayi Pasti menangis. Jika sudah tahu bahwa di usia ini bayi dan rumah makan benda-benda orang tua harus lebih waspada dalam mengawasi anak.

1 sampai 3 tahun (Toddler)

  • Dalam Fase ini anak mulai egosentris. Dia merasa dan berpikir bahwa segala sesuatu disediakan untuk dirinya. Dia juga sudah memiliki kehendak sendiri. Ciri-ciri anak di usia ini antara lain:
  • Sudah mulai dapat menyatakan perasaannya melalui kata-kata atau emosi
  • Sudah ingin melakukan banyak hal sendiri karena ingin Mandiri. Contohnya: ingin menggosok gigi sendiri. Jika anak anda melakukan ini jangan dilarang. Biarkan saja tapi sambil ajarkan yang benar. Di usia ini banyak anak yang juga ingin makan sendiri. Biasanya orang tua akan mencegah anak melakukan hal itu karena takut berantakan. Sebaiknya biarkan anakku bereksplorasi. Kalau takut berantakan beri saja alat makan makan makanan yang tumpah bisa dibuang. Bantu anak belajar memegang sendok dengan benar.
  • Sudah punya rasa kepemilikan terhadap barang-barang pribadi. Contohnya: kalau mainan dipinjam orang lain dia akan marah. Namun ia belum mengetahui barang milik orang hingga suka merebut mainan yang menarik hatinya. Jika buah hati sering melakukan ini tak perlu marah atau merasa malu. Wajar anak seusia ini sering merebut mainan. Yang perlu dilakukan latih anak untuk meminjam lirik teman dengan sopan atau sebaliknya dia harus mau berbagi dengan teman.
  • Masih bersifat labil. Artinya sikap anak mudah berubah tapi biasanya tidak lama. Misalnya tangis anak cepat berhenti ketika perhatiannya dialihkan ke hal lain. Atau si kecil marah karena didorong teman. Beberapa saat kemudian dia pasti sudah asyik bermain bersama lagi. Kadang bersama orang tua yang masih memendam rasa jengkel.
  • Ingin ke mamanya selalu dipenuhi. Dia akan mengupayakan berbagai cara supaya orang tuanya takluk mulai dari menangis sampai melempar-lempar barang. Di sini diperlukan sikap tegas dan konsisten orang tua agar anak mau menurut.
  • Tidak pernah merasakan lelah. Meski baru berlari-lari atau berjoget joget dia dapat ber loncat loncat di atas tempat tidur.Sudah mulai memilih-milih makanan. Kalau tidak suka seringkali diemut atau di Sembur Sembur kan.
  • Mulai ada rasa penasaran. Dia juga berani mencoba tanpa berpikir akibatnya. Misalnya memegang setrika atau lilin yang menyala. Beri penjelasan pada anak mengenai bahaya dan resiko dari perbuatannya. Di usia ini anak memang cenderung melakukan hal-hal yang ekstrim. Tapi Gilang terlalu dikekang atau selalu dilarang dia bisa tumbuh jadi anak perahu dan pemalu. Tugas orang tua adalah tetap memberi tahu dan melarang anak terutama untuk hal-hal yang berbahaya tapi dengan cara halus dan bahasa yang mudah dimengerti.

3 sampai 6 tahun (usia prasekolah)

  • Sudah menyadari apabila dirinya berbeda dengan orang lain. Pendapat atau keinginannya pun berbeda. Pendapat atau keinginan nya pun berbeda
  • Mulai bisa mengekspresikan rasa marah namun kadang berlebihan. Misalnya tersenggol bilangnya dipukul.
  • Kirim cemburu. Misalnya di kelas guru mendatangi tiap anak. Jika anak tidak dihampiri juga ia akan merasa sedih.
  • Sudah ingin dihargai oleh lingkungannya (orang tua orang terdekat atau kelompok) bila dia melakukan sesuatu hal yang baik seperti merapikan mainan setelah dipakai Pujilah atau beri segelas susu coklat kesukaannya. Bila lingkungan menghargai perbuatan baik itu akan pulang terus dan menjadi kebiasaan baik.
  • Ingin tahu keadaan lingkungannya. Karena usia ini sudah ingin berkelompok dia ingin tahu kelompoknya. Apa kegiatannya? Bagaimana bisa diterima oleh mereka?
  • Suka meniru. Iya akan meniru apa yang anda ucapkan atau Apa yang dia lihat. Jadi orang tua harus berhati-hati terhadap ucapan dan kelakuan. Tuliskanlah tontonan bermutu kalau anak Anda suka menonton.
  • Kreatif. Masa ini adalah masa kreatif. Apa yang dia pegang dapat dijadikan subjek mainannya. Dipun berimajinasi dengan mainan tersebut.
  • Mulai berani menolak seperti saat mandi atau pergi ke sekolah.
  • Lebih peka. Apabila mengalami kejadian yang tak menyenangkan dia akan merasa cemas. Jika kecemasan itu berlebihan perkembangan mentalnya bisa terganggu. Saat melihat anak sedih peluk dan ajaklah bicara. Begitu juga ketika dia ketakutan. Dampingi jangan malah mengingkari atau mengabaikan perasaan takutnya.

6 sampai 12 tahun (usia sekolah)

  • Menggolongkan usia 6 sampai 12 tahun masuk ke (middle childhood) ciri-ciri anak di Fase ini:
  • Sudah mulai menekuni sesuatu yang. Misalnya hobi tertentu. Saat ini orang tua perlu mencoba berbagai kegiatan hingga akhirnya tahu kemana minat anak.
  • Sudah mulai berbohong. Anak mulai mengetahui otoritas orang tua. Kadang dia tidak mau orang tuanya sedih atau marah sehingga memilih berbohong.
  • Belum dapat menentukan pilihan. Sehingga Anda harus membantu anak mengambil keputusan dengan memberikan gambaran baik buruknya suatu pilihan.
  • Mulai membandingkan dirinya dengan teman baik dari segi prestasi maupun fisik.
  • Sangat memperhatikan apa yang anda ucapkan dan dapat memutarbalikkan ucapan itu. Ini karena anak mulai bisa berpikir logis dan mempunyai ingatan yang sistimatis.
  • Mulai tertarik dengan lawan jenis.
  • Mulai sensitif: cepat tersinggung mudah marah sedih atau murung.
  • Tidak suka didikte. Ingin pendapatnya didengar dan dipertimbangkan. Karena itu biasakan anak berbicara sampai selesai baru anda memberi komentar atau masukan. Jangan memotong ketika anak masih bercerita. Di usia ini anak-anak mulai memasuki fase remaja. Biasanya pakai ini dimulai saat umur 10 tahun terutama untuk perempuan yang salah satu tandanya adalah menstruasi. Masih remaja untuk laki-laki biasanya lebih terlambat misalnya pada usia 11 atau 12 tahun. Tiap anak berbeda tergantung hormon yang dimiliki yang pasti bila anak sudah menunjukkan tanda-tanda memasuki pubertas orang tua perlu mendampinginya karena banyak permasalahan yang timbul. Mulai dari bau keringat jerawat dan lain-lain termasuk juga timbulnya rasa tertarik pada lawan jenis. Di sini orang tua perlu lebih terbuka agar anak juga mau bercerita.

About the author

Kahfie IDN

Pengetahuan adalah kebebasan, dan ketidaktahuan adalah perbudakan.

Leave a Comment